About me

Jumat, 23 Maret 2012

Kebutuhan Dasar Ibu Nifas

1.             Nutrisi dan Cairan
Diet bagi ibu yang telah melahirkan harus banyak mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh, bervariasi dan seimbang, protein yang adekuat, zat besi dan vitamin untuk mengatasi anemia. Serat untuk memperlancar ekskresi dan juga sejumlah cairan. Ibu menyusui harus :
Ø   Mengkonsumsi tambahan kalori 500 kalori tiap hari
Ø   Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan prtein, mineral, dan vitamin yang cukup.
Ø   Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari
Ø   Pil zat besi harus diminum setidaknya selama 40 hari pasca persalinan
Ø   Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.

2.             Ambulasi
Ambulasi dini (early ambulation) adalah kebijaksanaan agar secepat mungkin bidan membimbing ibu post partum bangun dari tempat tidurnya dan membimbing ibu secepat mungkin untuk berjalan.
Ambulasi dilakukan sesegera mungkin setelah melahirkan dan kebanyakan ibu dapat berjalan kekamar mandi ±6 jam postpartum. Early ambulation dilakukan secara berangsur-angsur dan tentu saja tidak dibenarkan pada ibu post partum dengan penyulit, mis: anemia, penyakit jantung, penyakit paru-paru, demam dan sebagainya.
Keuntungan early ambulation adalah sebagai berikut:
1.       Mempercepat pengeluaran lochea.
2.       Faal usus dan kandung kemih lebih baik.
3.       Mempercepat mengembalikan tonus otot dan vena.
4.       Mengurangi insiden troboembolisme.


Mobilisasi Ibu Pasca Seksio Sesarea

            Agar luka sayatan tidak mengalami banyak guncangan, usai operasi sesar tak diperkenankan turun dari tempat tidur selama 24 jam. Mobilisasi secara bertahap sangat berguna membantu jalannya penyembuhan luka penderita.

Tahap-tahap Mobilisasi Dini
Menurut Kasdu (2003) mobilisasi dini dilakukan secara bertahap berikut ini akan dijelaskan tahap mobilisasi dini pada ibu post operasi seksio sesarea :
1) Setelah operasi, pada 6 jam pertama ibu pasca operasi seksio sesarea harus tirah baring dulu. Mobilisasi dini yang bisa dilakukan adalah menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit, menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki
2) Setelah 6-10 jam, ibu diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan mencegah trombosis dan trombo emboli
3) Setelah 24 jam ibu dianjurkan untuk dapat mulai belajar untuk duduk
4) Setelah ibu dapat duduk, dianjurkan ibu belajar berjalan

3.             Eliminasi : BAB/BAK
Setelah melahirkan, ibu harus berkemih dalam 6-8jam. Urin yang dikeluarkan pertama harus diukur untuk mengetahui apakah pengosongan kandung kemih adekuat. Diharapkan, setiap kali berkemih, urin yang keluar sekitar 150ml. Beberapa wanita mengalami kesulitan untuk mengosongkan kandung kemihnya. Hal ini kemungkinan akibat menurunnya tonus kandung kemih, adanya edema akibat trauma, rasa takut akan timbulnya rasa nyeri.
Jika dalam 8 jam postpartum belum dapat berkemih atau sekali berkemih belum melebihi 100 cc, maka dilakukan kateterisasi. Tetapi kalau ternyata kandung kemih penuh, tidak perlu menunggu 8 jam untuk melakukan kateterisasi.


Berikut ini sebab-sebab terjadinya kesulitan berkemih (retensio urine) pada ibu postpartum:
1.       Berkurangnya tekanan intra abdominal
2.       Otot-otot perut masih lemah
3.       Edema dan uretra
4.       Dinding kandung kemih kurang sensitive

Ibu postpartum diharapkan dapat buang air besar (defekasi) setelah hari kedua postpartum. Jika hari ketiga belum juga BAB, maka perlu diberi obat pencahar peroral atau perektal. Jika setelah pemberian obat pencahar masih belum bisa BAB, maka dilakukan klisma (huknah).

Masalah kebutuhan dasar eliminasi urin
1.         Retensi urin
Merupakan penumpukan urin dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih, sehingga menyebabkan distensi vesika urinaria, atau merupakan keadaan ketika seseorang mengalami pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap. Dalam keadaan distensi urinaria dapat menampung urin sebanyak 3000-4000 ml urin.
ü  Tanda klinis:
a.    Ketidaknyamanan di daerah pubis
b.    Distensi vesika urinaria
c.    Ketidaksanggupan untuk berkemih
d.    Sering berkemih saat vesika urinaria  berisi sedikit urin (25-50 ml)
e.    Ketidakseimbangan jumlah urin yang dikeluarkan dengan asupannya
f.      Meningkatkan keresahan dan keinginan berkemih
g.    Adanya urin sebanyak 3000-4000 ml dalam kandung kemih.


ü Penyebab :
a.    Operasi pada daerah abdomen bawah, pelvis vesika urinaria
b.    Trauma sumsum tulang belakang
c.    Tekanan uretra yang tinggi disebabkan oleh otot detrusor yang lemah
d.    Sfingter yang kuat
e.    Sumbatan (struktur uretra, pembesaran kelenjar prostat_pada pria.

2.         Inkontinensia Urine
Adalah ketidakmampuan otot sfingter eksternal sementara atau menetap untuk mengontrol ekskresi urin. Secara umum, penyebab dai inkontinensia  urin adalah ; proses penuaan (aging proses), pembesaran kelenjar prostat, penurunan kesadaran, penggunaan obat narkotik dan sedatif. Jenis inkontinensia :
a.    Inkontinensia dorongan
Merupakan keadaan dimana seseorang mengalami pengeluaran urin tanpa sadar, terjadi segera setelah merasa dorongan yang kuat untuk berkemih
b.    Inkontinensia total
Merupakan keadaan dimana seseorang mengalami pengeluaran urin yang terus menerus dan tidak dapat diperkirakan.
c.    Inkontinensia stres
Merupakan keadaan seseorang yang mengalami kehilangan urin kurang dari 50 ml, terjadi dengan peningkatan tekanan abdomen
d.    Inkontinensia refleks
Merupakan keadaan dimana seseorang mengalami pengeluaran urin yang tidak dirasakan, terjadi pada interval yang tidak dapat diperkirakan bila volume kandung kemih mencapai jumlah tertentu.


e.    Inkontinensia fungsional
Merupakan keadaan seseorang yang mengalami pengeluaran urin secara tanpa disadari dan tidak dapat diperkirakan.

3.         Euresis
Merupakan ketidaksanggupan menahan kemih (mengompol) yang diakibatkan tidak mampu mengontrol sfingter eksterna anuresis biasanya terjadi pada anak atau orang jompo. Umumnya terjadi pada malam hari (nocturial enuresis).
4.         Ureterotomi
Adalah tindakan operasi dengan jalan membuat stoma (lubang) pada dinding perut untuk drainase urin. Operasi ini dilakukan karena adanya penyakit atau disfungsi pada kandung kemih.
Tindakan mengatasi masalah eliminasi urin
  1. Pengumpulan urin untuk bahan pemeriksaan
  2. Menolong buang air kencing dengan menggunakan urineal
  3. Melakukan kateterisasi

Masalah eliminasi
1.         Konstipasi
            Merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko tinggi mengalami statis usus besar  sehingga menimbulkan eliminasi yang jarang atau keras, atau keluarnya tinja terlalu kering dan keras. Konstipasi berarti bahwa perjalanan tinja melalui kolon dan rektum mengalami penghambatan dan biasanya disertai kesulitan defekasi .Disebut konstipasi bila tinja yang keluar jumlahnya hanya sedikit, keras, kering, dan gerakan usus hanya terjadi kurang dari 3 x dalam 1 minggu. Penyebab konstipasi biasanya multifaktor, misalnya diit, kelainan anatomi, kelainan endokrin dan metabolik, kelainan syaraf, penyakit jaringan ikat, obat, dan gangguan psikologi. Pada masa nifas konstipasi dapat dihubungkan dengan :
a.         Faktor perubahan metabolisme yang terjadi karena tubuh sedang mengalami proses perubahan untuk kembali ke kondisi semula seperti sebelum hamil.
b.         Faktor psikologis ibu, misalnya pada ibu yang mengalami depresi post partum dan ibu sering menahan keinginan untuk defekasi karena rasa takut akan nyeri akibat luka jahitan.
c.         Faktor perubahan anatomi atau struktur yaitu terjadinya hemoroid pada wanita post partum.
d.         Faktor asupan nutrisi, ibu post partum biasanya malas makan karena mereka terfokus pada bayinya.
e.         Faktor mobilisasi bila ibu kurang mobilisasi pasca persalinan karena persalinan secara seksio atau ibu yang mengalami trauma persalinan.
Tanda klinis :
  1. adanya feses yang keras
  2. defekasi kurang dari 3 kali seminggu
  3. menurunnya bising usu
  4. adanya keluhan pada rektum
  5. nyeri saat mengejan dan defekasi
  6. adanya perasaan masih ada sisa feses
  7. Menurunnya peristaltik; karena psikologis,dll

Hal – hal yang dapat diajarkan kepada ibu untuk mencegah konstipasi :
a.       Memakan makanan kaya serat misalnya buah-buahan, sayur-sayuran,dll.
  1. Minum yang cukup 6-8 gelas sehari.
c.       Lakukan olahraga ringan
d.       Tidak menahan keingginan untuk BAB.

2.         Diare
Merupakan keadaan individu yang mengalami atau beresiko sering mengalami pengeluaran feses dalam bentuk cair. Diare disertai kejang usus, mungkin ada rasa mual dan muntah. Diare pada masa nifas dapat disebabkan oleh faktor psikologis ibu, dimana ibu merasa takut atau cemas yang berlebihan, misalnya pada ibu yang mengalami depresi post partum. Faktor lain adalah terjadinya perubhan metabolisme yang menyebabkan malabsorbsi karbohidrat, lemat dan protein.

3.         Inkontinensia usus
Merupakan keadaan individu yang mengalami perubahan kebiasaan dari proses defekasi normal mengalami proses pengeluaran feses tak disadari. Hal ini juga disebut sebagai inkontinensia alvi yang merupakan hilangnya kemampuan otot untuk mengontrol pengeluaran feses dan gas melalui sfingter akibat kerusakan sfingter. Penyebab inkontinensia pada masa nifas adalah bila ibu mengalami laserasi hingga derajat IV dimana robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingter ani dan mukosa rektum.
Tanda klinis : pengeluan feses yang tidak dikehendaki.

4.         Kembung
Merupakan keadaan penuh udara dalam perut karena pengumpulan gas secara berlebihan dalam lambung atau usus. Secara medis perut kembung disebabkan oleh jumlah angin atau gas yang terlalu banyak di dalam perut. Normalnya tubuh hanya bisa menampung setengah liter gas. Maka, bila jumlahnya lebih dari itu, gas akan dikeluarkan dari tubuh lewat anus berupa kentut atau lewat mulut berupa sendawa. Penumpukan gas di perut bisa terjadi karena berbagai penyebab. Misalnya makan yang tergesa-gesa tanpa dikunyah sempurna. Ini akan memicu penumpukan gas karena kadar oksigen tidak sempat diabsorbsi.Banyak angin atau gas di dalam perut bisa menyebabkan gangguan sistem imunitas tubuh. Akibatnya, tubuh akan lemah sehingga virus dan bakteri mudah masuk dan menyerang tubuh.Organ yang pertama diserang biasanya lambung sebab merupakan salah satu sistem pencernaan yang terkait erat dengan angin. Setelah melewati lambung, angin akan bergerak ke ulu hati dan jantung. Akibatnya dada kiri terasa sakit.Setelah dari jantung, angin bergerak ke paru-paru yang menimbulkan sesak napas dan nyeri. Cepat atau lambatnya organ-organ tubuh tersebut terserang angin sangat ditentukan oleh daya tahan tubuh. Penimbunan gas dalam lambung dapat terjadi akibat belum sempurnanya sistem gastrointestinal.

5.         Hemoroid
            Hemoroid adalah pelebaran varises satu segmen / lebih pembuluh darah vena hemoroidales (bacon) pada poros usus dan anus yang disebabkan karena otot & pembuluh darah sekitar anus / dubur kurang elastis sehingga cairan darah terhambat dan membesar. Hemoroid dapat timbul pasca persalinan akibat ibu mengedan terlalu kuar saast proses persalinan.
Hal yang dapat diajarkan pada ibu dengan hemoroid :
  1. perbaiki pola hidup (makanan dan minum): perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat (buah dan sayuran) kurang lebih 30 gram/hari, serat selulosa yang tidak dapat diserap selama proses pencernaan makanan dapat merangsang gerak usus agar lebih lancar, selain itu serat selulosa dapat menyimpan air sehingga dapat melunakkan feses.
  2. mengurangi makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam. menghindari makanan yang sulit dicerna oleh usus. tidak mengkonsumsi alkohol, kopi, dan minuman bersoda. perbanyak minum air putih 30-40 cc/kg BB/hari.
  3. perbaiki pola buang air besar : mengganti closet jongkok menjadi closet duduk. jika terlalu banyak jongkok otot panggul dapat tertekan kebawah sehingga dapat menghimpit pembuluh darah.
  4. penderita hemoroid dianjurkan untuk menjaga kebersihan lokal daerah anus dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit tiga kali sehari. selain itu penderita disarankan untuk tidak terlalu banyak duduk atau tidur, lebih baik banyak berjalan.



6.         Fecal impaction
            Impaction merupakan sekunder dari konstipasi, buang air besar yang tidak teratur, menyebabkan tumpukan feses yang keras di rektum tidak bisa dikeluarkan, hal ini terjadi akibat asupan kurang, aktifitas kurang, diet rendah serat dan kelemahan tonus otot.

Tindakan mengatasi:
  • Menyiapkan feses untuk bahan pemeriksaan
  • Menolong buang air besar dengan menggunakan pispot
  • Memeriksa huknah rendah
  • Memberikan huknah tinggi
  • Memberikan gliserin
  • Mengeluarkan feses dengan jari

4.             Kebersihan Diri dan Perenium
Pada masa postpartum seorang ibu sangat rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, kebersihan diri sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan diri ibu post partum  adalah sebagai berikut:
1.       Anjurkan kebersihan seluruh tubuh.
2.       Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ibu mengerti untuk membersihkan daerah sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan kebelakang baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Nasehatkan ibu untuk membersihkan diri setiap kali selesai BAB dan BAK.
3.       Sarankan ibu untuk mengganti pembalut setidaknya 2x sehari.
4.       Sarankan pada ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
5.       Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.

Rambut :
§  Pada saat hamil terjadi peningkatan hormon estrogen, folikel atau kantong kelenjar kecil dan sempit dari rambut mengalami pertumbuhan dan menghasilkan rambut lebih tebal. Beberapa wanita juga merasa rambutnya lebih gelap dan berkilauan akibat dari meningkatnya produksi pigmen atau zat warna melanin
Perubahan rambut pada masa nifas :
§  Rambut rontok. Hal ini terjadi karena kadar hormon estrogen menurun. Sebagian wanita merasakan dampaknya setelah 3 bulan persalinan, tetapi ada juga yang  lebih cepat dalam hitungan minggu
§  Warna rambut yang lebih gelap akan kembali ke warna semula. Hal ini terjadi karena kadar melanin menurun
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meringankan kerontokan :
-          Tetaplah mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen seperti saat hamil
-          Rawat rambut dengan conditioner
-          Gunakan sisir bergigi jarang
-          Hindari penggunaan hair drier atau gulungan rambut panas. Tunda sementara keinginan mengeriting atau meluruskan rambut sampai keadaan kembali

Kulit dan Pakaian :
§  Pada saat hamil terjadi peningkatan estrogen dan progesteron
Perubahan kulit pada masa nifas :
§  Berjerawat, ada juga yang lebih mulus dari biasanya. Hal ini disebabkan karena penurunan kadar estrogen dan progesteron
Jika berjerawat, usahakan tidak menggunakan  sembarangan obat karena unsur kimianya bisa membahayakan bayi yang masih menyusu. Lakukan saja perawatan kulit wajah rutin, seperti membersihkan, menyegarkan dan melembabkan kulit
§  Jika ketika hamil mengalami melasma gravidarum, topeng kehamilan atau perubahan kulit yang menjadi lebih gelap disekitar mata, tulang hidung, dahi dan bibir atas, setelah melahirkan perubahan ini akan memudar dalam 6 bulan. Beberapa obat memang dapat mempercepat, tetapi jika menyusui sebaiknya jangan digunakan
Sambil menunggu kulit mulus kembali, hal yang dapat dilakukan :
-          Hindari paparan sinar matahari langsung karena akan memperparah melasma
-          Jika hendak keluar rumah, gunakan krim tabir surya
§  Berkeringat banyak pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan kehilangan pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. Hal yang dapat dilakukan adalah :
-          Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering
-          Pakaian tersebut dari bahan yang mudah menyerap keringat
-          Pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering
-          Pakaian dalam longgar, agar tidak terjadi iritasi pada daerah sekitar akibat lochea

Perawatan payudara dan puting :
  • Tujuan :
Melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI
  • Hal yang perlu diperhatikan :
-          Lakukan perawatan payudara secara teratur
-          Pelihara kesehatan sehari-hari
-          Pemasukan gizi ibu harus lebih dan lebih banyak untuk mencukupi produksi ASI
-          Ibu harus percaya diri akan kemampuan menyusui bayinya
-          Ibu harus merasa nyaman dan santai
-          Hindari rasa cemas dan stres karena akan menghambat reflek eksitosin
§  Pelaksanaan perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari setelah bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari
5.             Istirahat
Hal-hal yang bisa dilakukan pada ibu untuk memenuhi kebutuhan istirahat:
·               Anjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan
·               Sarankan ibu untuk kembali melakukan kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, serta untuk tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur.
·               Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal:
ü  Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
ü  Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan
ü  Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

6.             Seksual
Aktivitas seksual yang dapat dilakukan oleh ibu masa nifas harus memenuhi syarat berikut ini:
v   Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina tanpa rasa nyeri.
v   Banyak budaya, yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan.

7. Senam Nifas
            Senam nifas dilakukan untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengembalikan otot-otot yang kendur, terutama rahim dan perut yang memuai saat hamil. Senam nifas dilakukan sesuai kemampuan, terutama untuk melancarkan sirkulasi darah karena lama berbaring.
Senam Kegel akan membantu penyembuhan postpartum dengan jalan membuat kontraksi dan pelepasan secara bergantian pada otot-otot dasar panggul adalah, yaitu :
*            Membuat jahitan jahitan lebih merapat
*            Mempercepat penyembuhan
*            Meredakan haemoroid
*            Meningkatkan pengendalian atas urin

Senam Kegel (untuk dasar panggul) :
Lakukan senam ini kapan saja, tidak akan da orang yang tau atau melihat anda melakukannya. Lakukanlahsampai 100 kali dalam sehari. Untuk mengkontraksikan pasangan otot-otot ini, bayangkanlah bahwa anda sedang BAK dan lalu anda anda tiba-tiba menahannya ditengah-tengah itulah ototnya. Atau bayangkan bahwa dasar panggul merupakan sebuah elevator; secara perlahan anda menjalankannya sampai lantai 2 lalu kemudian ke lantai 3 dan seterusnya, dan kemudian balik turun secara perlahan. Begitulah cara melatih otot-otot tersebut.
Tips sebelum melakukan latihan :
*      Latihan sebaiknya dilakukan secara perlahan-lahan (sedikit tapi sering)
*      Jangan anjurkan u/ melakukan latihan apabila si ibu kelelahan atau kurang sehat
*      Tidak dianjurkan untuk melakukan sit-up
*      U/ ibu dg riwayat melahirkan per abdominam (seksio sesarea) à latihan dimulai stlh minggu ke-6 PP
*      Anjurkan u/ menghentikan latihan/senam apabila terasa sakit 

DAFTAR PUSTAKA
 
1.       Bahiyatun. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. EGC. Jakarta.  67-84
2.       Huliana Meliyna. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Puspa Swara. Jakarta.  3-11.
3.       Saifuddin Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. N-23–N-29.
4.       Saleha, Sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Salemba Medika. Jakarta. 71-75

0 komentar :

Poskan Komentar