About me

Kamis, 22 Maret 2012

depresi


BAB I
PENDAHULUAN

Perubahan psikologik pada perempuan dewasa dapat digolongkan dalam empat kelompok sesuai dengan urutan perubahan fungsi kodrati sebagai perempuan yang berbentuk ;
·                     Persiapan menanti kehamilan
·                     Perubahan psikologik selama kehamilan
·                     Perubahan psikologik di waktu persalinan
·                     Perubahan psikologik selama nifas
Kehamilan seharusnya menjadi saat-saat yang paling membahagiakan bagi seorang Ibu. Namun terkadang, sebagai seorang calon Ibu (apalagi karena baru pertama kali menghadapi kehamilan) ada saja rasa kekhawatiran yang berlebihan sehubungan dengan semakin dekatnya proses kelahiran. Pada masa kehamilan ini perempuan dapat dihantui beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan perubahan psikologik perempuan antara lain pertumbuhan janinnya apakah baik atau tidak, cacat atau tidak, bila minum obat tertentu apakah berpengaruh, kembar atau tidak. Apakah plasentanya tidak menutupi jalan lahir, apakah ada lilitan tali pusat, apakah bisa berhubungan seksual atau tidak dan sebagainya.
Depresi merupakan gangguan mood yang muncul pada 1 dari 4 wanita yang sedanghamil dan hal ini bukan sesuatu yang istimewa. Penyakit ini selalu melanda mereka yang sedang hamil, tetapi sering dari mereka tidak pernah menyadari depresi ini karena mereka menganggap kejadian ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada Ibu hamil, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat mempengaruhi bayi yang dikandung Ibu. Depresi selama kehamilan merupakan gangguan mood yang sama seperti halnya pada depresi yang terjadi pada orang awam secara umum, dimana pada kejadian depresi akan terjadi perubahan kimiawi pada otak. Depresi juga dapat dikarenakan adanya perubahan hormon yang berdampak mempengaruhi mood Ibu sehingga Ibu merasa kesal, jenuh atau sedih. Selain itu, gangguan tidur yang kerap terjadi menjelang proses kelahiran juga mempengaruhi Ibu karena letih dan kulit muka menjadi kusam.Selain itu, adanya kekhawatiran akan kandungan, sering muntah pada awal trimester  pertama, dan masalah-masalah lain juga dapat menyebabkan Ibu depresi. Ibu akan terus-menerusmengkhawatirkan keadaan bayinya dan ini akan membuat Ibu merasa tertekan.
DSM-IV mendefenisikan bahwa gangguan mood berbeda dalam hal penampilan klinis, perjalanan penyakit, genetik dan respon pengobatan. Kondisi ini dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya mania (bipolar atau unipolar), beratnya penyakit (mayor atau minor) dan peran kondisi medis atau psikiatrik lainnya sebagai penyebab gangguan (primer atau sekunder) sehinggadepresi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1). Gangguan mood mayor: depresi mayor atau tanda dan gejala maniak.
Gangguan Bipolar I (maniak-depresi): maniak pada masa lalu atau saat ini (dengan atau tanpa adanya depresi atau riwayat depresi). Kadang-kadang depresimayor muncul.
•Gangguan Bipolar II: hipomania dan depresi mayor harus ada saat ini atau pernah ada.
•Gangguan Depresi Mayor: depresi berat saja.
2). Gangguan mood spesifik lainnya. Depresi minor dan tanda/gejala maniak.
•Gangguan dismitik : depresi saja.
•Gangguan siklotimik : gejala depresi dan hipomaniak saat ini atau baru saja berlalu(secara terus-menerus selama 2 tahun).
3). Gangguan mood: akibat kondisi medis umum dan gangguan mood yang diinduksi zat; bisa depresi, maniak, atau campuran; ini merupakan gangguan mood sekunder.
4). Gangguan penyesuaian dengan mood depresi: depresi yang disebabkan oleh adanya stesor.
Secara lebih lengkap depresi dalam kehamilan ini akan dibahas pada pembahasan.












BAB II
ISI

Depresi adalah istilah yang menyangkut mood, gejala atau sindroma. Mood aatau feeling blue adalah perasaan seseorang yang berkaitan dengan perasaan sedih atau frustasi. Beberapa perempuan mengalami hal ini dalam berbagai derajat beberapa minggu setelah persalinan. Gejala dapat merupakan bagian dari gangguan fisik atau psikologik seperti alkoholisme, skizoprenia, atau penyakit yang disebabkan oleh virus.
Sindroma adalah sekumpulan gejala yang berhubungan dengan perubahan mood. Ada 2 tife reaksi depresi, yaitu post partum blues dan depresi.
Depresi, kondisi ini termasuik sindroma depresi nonpsikotik yang dapat terjadi selama kehamilan dan persalinan. Umumnya keadaan ini terjadi dalam beberapa minggu atau bulan setelah persalinan. Insidensinya 10-15%.

a.       Depresi Saat Kehamilan
Kehamilan, sama hal nya dengan menarche dan menopause adalah tahap utama perkembangan kehidupan seorang perempuan. Kehamilan dapat membawa kegembiraan dan sebaliknya merupakan peristiwa yang penuh dengan tekanan dan tantangan, khususnya kehamilan yang pertama.
Respon perempuan terhadap kehamilannya berhubungan dengan 5 variabel berikut ;
·                     Riwayat kehidupan keluarga
·                     Kepribadian
·                     Situasi kehidupan saat itu
·                     Pengalaman kehamilan sebelumnya
·                     Keadaan dan pengalaman kehamilan sekarang
Kehamilan merupakan waktu transisi, yakni suatu masa antara kehidupan sebelummemiliki anak yang sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak tersebutlahir. Perubahan status yang radikal ini dipertimbangkan sebagai suatu krisis disertai periode tertentu untuk menjalani proses persiapan psikologis yang secara normal sudah ada selamakehamilan dan mengalami puncaknya pada saat bayi lahir. Secara umum, semua emosi yang dirasakan oleh wanita hamil cukup labil. Ia dapatmemiliki reaksi yang ekstrem dan susana hatinya kerap berubah dengan cepat. Reaksi emosional dan persepsi mengenai kehidupan juga dapat mengalami perubahan. Ia menjadi sangat sensitif dan cenderung bereaksi berlebihan. Seorang wanita hamil akan lebih terbuka terhadap dirinya sendiri dan suka berbagi pengalaman kepada orang lain. Ia merenungkan mimpi tidurnya, angan-angannya, fantasinya, dan arti kata-katanya, objek, peristiwa, konsep abstrak, seperti kematian, kehidupan, keberhasilan, dan kebahagiaan. Ia dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk fisik yang berhubungan erat dengan masa usia subur atau mencukupkan diri dengan kehidupan ataumakanan. Selama kehamilan berlangsung, terdapat rangkaian proses psikologis khusus yang jelas, yang terkadang tampak berkaitan erat dengan perubahan biologis yang sedang terjadi. Peristiwa dan proses psikologis ini dapat diidentifikasi pada trimester ketiga.
Respons psikologis umum terhadap kehamilan yang baru saja dibahas dan proses manapun peristiwa psikologis khusus lain dapat lain dapat terulang lagi. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan telah melaporkan bahwa 1 dari 8orang akan mengalami gangguan depresi dan jumlah tersebut hampir 2 kali lipat pada wanita (Depression Gideline Panel, 1993).

b.      Gejala
Gejala-gejalanya meliputi :
·                   Perubahan mood
·                   Perubahan pola tidur
·                   Perubahan pola makan
·                   Perubahan konsentrasi
·                   Perubahan libido
·                   Gangguan stomatik
·                   Fobia
·                   Ketakutan
Depresi ini mempunyai kecenderungan untuk rekuen pada kehamilan berikutnya.



c.       Insidens
Walaupun perubahan fisiologis dan psikologis muncul selama kehamilan dan dalamwaktu 9 bulan kehamilan insidens gangguan emosional yang serius sebenarnya rendah tetapi pada beberapa wanita perlu penanganan adekuat. Insidens gangguan jiwa pada kehamilan lebih rendah dibanding post partum dan di luar kehamilan. Post partum 10-15%, diluar kehamilan 2-7%. Namun Ohara melaporkan bahwa 10% wanita hamil memenuhi syarat mengalami depresimayor dan minor.

d.      Etiologi
Hasil penelitian sampai saat ini menunjukkan etiologi yang multifaktorial. Beberapafaktor yang dilaporkan seperti faktor hormonal, neuroendokrin, biokemikal, psikologik, sosial, budaya, genetik dan kepribadian, atau hubungan timbal balik diantara faktor-faktor tersebut.  Eskirol sejak tahun 1845 telah menghubungkan faktor keturunan penyebab gangguan tersebut.Salah satu dari banyak teori yang berhubungan dengan psikopatologi menyangkut hal melahirkan anak adalah bahwa beberapa penelitian epidemiologi melaporkan gangguan mental menjadi bertambah berat selama kehamilan, disamping faktor fisiologis mayor yang diturunkan dan stres psikologis.
Sejauh ini belum ada mekanisme biokimia seperti hormonal atau neuroendokrin yang jelas. Dalton menyatakan progesteron yang tiba-tiba rendah menyebabkan penyakit mental pada masa nifas. Salah satu hal yang memegang peranan penting adalah ketidakseimbangan antarahormon estrogen dan progesteron.

e.       Pengaruh Psikologis Pada Kehamilan
Kehamilan, disamping memberi kebahagiaan yang luar biasa, juga sangat menekan jiwasebagian besar wanita. Pada beberapa wanita dengan perasaan ambivalen mengenai kehamilan,stres mungkin meningkat. Respon terhadap stres mungkin dapa terlihat bervariasi yang tampak atau tidak tampak. Sebagai contoh, sebagian besar wanita mengkhawatirkan apakah bayinya normal. Pada mereka yang memiliki janin dengan resiko tinggi untuk kelainan bawaan, stres meningkat (Tunis & Golbus, 1991). Selama kehamilan dan terutama mendekati akhir kehamilan,harus dibuat rencana untuk perawatan anak dan perubahan gaya hidup yang akan terjadi setelah kelahiran. Pada sejumlah wanita, takut terhadap nyeri melahirkan sangat menekan jiwa. Pengalaman kehamilan mungkin dapat diubah oleh komplikasi medis dan obstetrik yang dapat terjadi. Burger dkk. (1993) telah menunjukkan bahwa wanita dengan komplikasi kehamilanadalah 2 kali cenderung memiliki ketakutan terhadap kelemahan bayi mereka atau menjadidepresi.

f.       Pemeriksaan Prenatal
Sebaiknya masalah mengenai kesehatan mental dibicarakan. Skrining penyakit mental sebaiknya dilakukan pada pemeriksaan prenatal pertama. Ini mencakup riwayat gangguan psikiatrik dahulu, termasuk rawat inap dan rawat jalan. Penilaian gangguan cemas dan mood dalam kehamilan mencakup pemeriksaan medisdasar yang sesuai dalam hal ini termasuk pemeriksaan darah lengkap, fungsi tiroid, ginjal danhati. Disarankan juga pemeriksaan toksikologi urin.
Penggunaan obat psikoaktif sebelumnya atau saat ini seperti juga penggunaan alkoholdan obat terlarang perlu dicatat. Gejala-gejala yang menunjukkan disfungsi mental sebaiknya diperiksa. Kondisi seperti kecemasan dan depresi mungkin berhubungan dengan peningkatanresiko kelahiran prematur (Paarlberg dkk, 1996).
Masa kehamilan dibagi menjadi tiga periode atau trimester, masing-masing selama 13minggu. Kehamilan itu unik pada setiap wanita.
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung.Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentangkenyataan bahwa ia hamil. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan,kecamasan, defresi, dan kesedihan.Fokus wanita adalah pada dirinya sendiri yang akan menimbulkan ambivalensi mengenaikehamilannya seiring usahanya menghadapi pengalaman kehamilan yang buruk, yang pernah iaalami sebelumnya, efek kehamilan terhadap kehidupannya kelak ( terutama jika ia memilikikarir), tanggung jawab yang baru atau tambahan yang akan ditanggungnya, kecemasan yang akan berhubungan dengan kemampuannya untuk menjadi seorang ibu, masalah-masalahkeuangan dan rumah tangga, dan keberterimaan orang terdekat terhadap kehamilannya. Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti nausea, kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya.Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat apakahkehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas terutama pada wanitayang telah beberapa kali mengalami keguguran dan bagi para tenaga kesehatan profesionalwanita yang cemas akan kemungkinan terjadi keguguran kembali atau teratoma.Berat badan sangat bermakna bagi wanita hamil selama trimester pertama. Berat badan dapat menjadi salah satu uji realitas tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil.

g.      Penatalaksanaan
Perencanaan kehamilan sangat penting pada wanita yang di diagnosis depresi atau mania,sebaiknya kehamilannya perlu direncanakan atau dikonsultasikan dengan ahli kebidanan dan kandungan, dan psikiater tentang masalah resiko dan keuntungan setiap pemakaian obat-obat psikofarmakologi.
Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta dukungan spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan.
Selain itu penatalaksanaan depresi yaitu ;
·                     Harus kita hadapi dengan sikap serius dan mengerti
·                     Hendaknya jangan menghibur, memberi harapan palsu, bersikap optimis dan bergurau, karena akan memperbesar rasa tidak mampu dan rendah diri.
Beberapa cara dalam melakukan terapi dan konsultasi dengan dokter kandungan seperti dengan metode support group atau psikoterapi yang dapat dilakukan secara rutin. Psikoterapi harus digunakan bila ada konflik intrapsikis yang berhubungan dengan kehamilan. Terapi perilaku kognitif sangat menolong pasien depresi dan dapat digunakan bersama antidepresan.
·                     Perubahan pola hidup dapat memperbaiki depresi pada sebagian orang
·                     Olahraga teratur
·                     Berjemur pada sinar matahari
·                     Penanganan stres
·                     Konseling
Tidur teratur
·                     Relaksasi
·                     Meditasi
·                     obat-obat antidepresan (diberikan dengan sangat hati-hati mengingat pengaruhnya pada kehamilan dan menyusui)
Penggunaan antidepresan trisiklik sebaiknya hanya pada pasien hamil yang mengalami depresi berat yang mengeluhkan gejala vegetatif dari depresi, seperti : menangis, insomnia,gangguan nafsu makan dan ada ide-ide bunuh diri.
·                     Jika dibutuhkan pasien dapat di rawat di rumah sakit.
Rawat inap sebaiknya dipikirkan sebagai pilihan pengobatan psikofarmakologis pada trimester I untuk kasus kehamilan yang tidak direncanakan, dimana pengobatan harus dihentikan segera dan apabila terdapat riwayat gangguan afektif rekuren.
·        Terapi elektrokompulsif ( ECT )digunakan pada pasien depresi psikotik untuk mendapatkan respon yang lebih cepat, bilakehidupan ibu dan anak terancam.Belum ada hubungan yang jelas antara penggunaannortriptilin, desipramin atau golongan Selective SerotoninReuptake Inhibitors (SSRIs) adalah anti depresan pilihan untuk wanita hamil, mencakup fluoksetindan sertralin, tidak menyebabkanhipotensi ortostatik, konstipasi atau sedasi.Pengobatan depresi dengan elektrosyok selama kehamilan belum diteliti lebih mendalam.Sebuah tulisan oleh Repke dan Berger (1984) mengatakan bahwa tidak berbahaya bagi janin pada beberapa terapi. Griffiths dkk(1989) melaporkan hasil wanita yang menjalani 11 pengobatan dari 23 – 31 minggu. Mereka menggunakan thiamilal dan suksinilkolin, inkubasi dan ventilasi selama tiap pengobatan. Mereka menemukan bahwa jumlah epinefrin dan norepinefrin,dopamin plasma meningkat 2 sampai 3 kali lipat selama elektrosyok. Disamping itu denyut jantung janin meningkat dan denyut jantung ibu,tekanan darah dan saturasi oksigen tetap normal.Varandkk (1985) menjelaskan deselerasi denyut jantung janin yang bervariasi sebagai tanda khaskompresi akar saraf selama terapi elektrokompulsif. Sherer dkk (1991) menjelaskan bahwawanita yang menjalani pengobatan elektrokompulsif anterpartum mingguan dimulai pada umur kehamilan 30 minggu. Setiap pengobatan diikuti dengan hipertensi, hipertonisitas uterus dan perdarahan uterus, ternyata kemudian diketahui penyebabnya adalah karena abrupsi placenta.
BAB III
KESIMPULAN

Depresi merupakan gangguan mood yang menyerang 1 dari 4 wanita pada suatu  titik tertentu dalam kehidupannya dan hal ini bisa mengenai wanita hamil. Tetapi sering kali depresi tidak di diagnose dengan baik saat hamil karena sering dianggap hanya suatu bentuk gangguan keseimbangan hormone. Asumsi ini tentu saja bias membahayakan ibu serta bayi yang dikandungnya.
Depresi bisa diobati dan dimanage selama kehamilan. Depresi saat kehamilan atau antepartum depresi, merupakan gangguan mood sama halnya dengan depresi klinis. Gangguan mood  merupakan kelainan biologis yang melibatkan perubahan kimia pada otak. Saat kehamilan, perubahan hormone bias mempengaruhi kimia otak yang berhubungan dengan depresi dan gelisah. Hal ini bias disebabkan/dimunculkan oleh situasi yang sulit, yang akhirnya menimbulkan depresi.
Bumil dengan depresi biasanya mengalami beberapa gejala ini selama 2 minggu atau lebih :
ü  Sedih yang persisiten (menetap)
ü  Sulit berkonsentrasi
ü  Banyak tidur atau kurang tidur
ü  Hilangnya minat pada aktifitas yang biasanya disukai
ü  Pikiran berulang akan kematian, bunuh diri atau  putus asa
ü  Gelisah
ü  Rasa bersalah atau rasa tak berguna
ü  Perubahan pola makan
Hal-hal yang bisa mencetuskan depresi selama hamil :
ü  Gangguan hubungan kerja
ü  Riwayat depresi baik diri maupun keluarga
ü  Pengobatan  infertilitas
ü  Riwayat aborsi
ü  Pengalaman yang stressfull
ü  Adanya komplikasi dalam kehamilannya
ü  Riwayat KDRT atau trauma
Depresi yang tidak ditangani bisa memberikan potensi bahaya ke ibu dan janin. Depresi yang tidak tertangani bisa menyebabkan asupan nutrisi menjadi jelek, merokok dan tingkah laku ingin bunuh diri, yang mana hal-hal ini bisa menyebabkan  kelahiran kurang bulan, berat lahir rendah, dan gangguan pertumbuhan lainnya.
Pilihan pengobatan pada wanita hamil berupa; kelompok-kelompok suportif, psikoterapi dan obat-obatan. Bicarakan dengan dokter atau orang lain yang mengerti persoalan yang dihadapi. Prinsipnya jangan menghadapi depresi seorang diri, jika gejalanya berat biasanya diberikan anti depresi.
Penatalaksanaan;
ü  Harus kita hadapi dengan sikap serius dan mengerti
ü  Hendaknya jangan menghibur, member harapan palsu, bersikap optimis dan bergurau, karena akan memperbesar rasa tidak mampu dan rendah diri.
ü  Untuk mengatasi dengan cepat, gunakan  obat-obat penenang
Beberapa cara dalam  melakukan terapi dan konsultasi dengan dokter kandungan seperti dengan metode support group atau psikoterapi yang dapat dilakukan secara rutin.

0 komentar :

Posting Komentar